[Galeri Foto] Sisi Lain Teror Bom Sarinah dari Sudut Pandang Kami di Lokasi – Jilid Pertama

Seperti yang kita tahu beberapa tahun belakangan ini isu terorisme dan gerakan radikal kian santer. Terlebih di saat yang bersamaan gerakan terorisme Daesh atau yang biasa kita sebut Islamic State of Irq and Syiria (ISIS) lahir dan membesar menyebar teror. Yah meskipun saya akui pun sampai detik ini secara pribadi saya meyakini bahwa organisasi ekstrimis Islam radikal itu tak lebih dari boneka yang terlibat dalam konstelasi politik kepentingan Amerika di Timur Tengah. Tak lebih dari jual-beli sumber energi yang dibungkus cantik konflik Sunni-Syiah di negara-negara teluk sana. Sering kali saya jengkel dalam beberapa debat kusir mengaitkan urgensi kita, sebagai warga Indonesia (yang notaben-nya negara berpenduduk muslim terbesar dunia) untuk terlibat masuk ke dalam lingkar setan yang inti sebenarnya merupakan masalah politik dan kekuasaan. Namun awam dan naifnya sebagian besar masyarakat kita membuat isu ini berhembus kencang ke tanah air, apalagi lag-lagi dibungkus cantik isu agama. Mudah bukan?

981073_10205635788957628_3109669233960856931_o

Hmmm saya tidak mau membahas lebih lanjut topik di atas karena tiap dari kita pasti punya sudut pandangnya sendiri. Mari sama-sama hargai. Kembali lagi menyoal Continue reading

Advertisements

Jenis-Jenis Lensa pada Kamera DSLR & Mirrorless

copyright gizmag.com

Berbagai jenis lensa DSLR Nikon | copyright gizmag.com

Bagi semua kamera, lensa merupakan penentu kualitas foto yang akan kita dapatkan.Maka merupakan hal yang wajar jika lensa di predikatkan sebagai mata dari sebuah kamera. Dan hal itu juga yang membuat lensa dikatakan memiliki pengaruh dominan untuk mendapatkan gambar yang bagus di banding sistem kamera yang kita gunakan.

Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang jenis-jenis lensa pada kamera DSLR & Mirrorless, ada baiknya teman-teman mengetahui bahwa mekanisme lensa di kamera DSLR & Mirrorless ada dua yaitu lensa zoom & lensa fixed prime, untuk lebih jelasnya teman-teman bisa membaca postingan saya sebelumnya tentang perbedaan lensa Zoom & lensa Fixed (Prime). Selain itu untuk lebih jelas lagi, kita juga harus mengetahui bagian-bagian atau anatomi lensa tersebut, saya rekomendasikan untuk membaca postingan Bagian-bagian Lensa pada kamera DSLR.

Disini saya akan membahas lensa berdasarkan jarak fokus, lensa khusus, mekanisme lensa & Penyedia lensanya. Berdasarkan mekanisme fokusnya lensa dibagi menjadi 2, yaitu lensa zoom & lensa fix (lensa prime). Sedangkan berdasarkan rentang fokalnya lensa dibagi menjadi tiga, yaitu wide lense, standar lense & telephoto lense. OK! Here they are! Continue reading

Jajaran Kamera DSLR dan Mirrorless Pemula Terbaik 2016 (bagian Beginer DSLR)

Mirrorless vs Beginer DSLR

Seperti kebanyakan konten berbagai majalah, akhir tahun adalah saat yang tepat untuk membuat pengklasifikasian perangkat yang ada di tahun sekarang untuk referensi di tahun yang akan datang. Atau kalau bahasa medianya biasa disebut editor choice. Nah untuk postingan kali ini akan dijabarkan mengenai jajaran DSLR & mirrorless terbaik dari kelas pemula. Pengklasifikasian ini ditulis berdasarkan rentang harga (dengan lensa kit) & fitur. Karena pada segmen fotografi pemula dewasa ini mendapat gempuran yang paling berasa dari segmen mirrorless, maka saya menggunakan 3 segmen pengkategorian dalam ulasan kali ini yaitu Beginer DSLR, High Beginer DSLR & Beginer Mirrorless.

Jajaran kamera yang akan saya ulas tersebut ialah:

  • Kelas beginer DSLR: Nikon D3300, Canon EOS 1200D & Canon EOS 100D (sebagai alternatif)
  • Kelas high beginer DSLR: Canon EOS 760D/750D, Nikon D5500 & Sony A58
  • Kelas beginer mirrorless: Fuji Film XA2, Sony Alpha 5100, Samsung NX300, Canon EOS M2, Nikon 1 J5 & Nikon 1 AW 1 (sebagai alternatif)

Continue reading

Kata Insideout 200, Backpack yang cocok untuk Travel Photographer

Kata Inside Out UL 200 review by twutomo.wordpress.com (1)

Dua body semi pro, lensa 70-200, tiga lensa tambahan dan sebuah laptop 14″ dalam sebuah backpack, coba bayangkan!?  Tentunya peralatan sebanyak ini akan merepotkan dan justru malah mengganggu mobilitas saat travelling jika tidak diantisipasi dengan baik. Belum lagi jika kita juga membawa peralatan pribadi yang bersifat non pribadi. Huft! Pasti akan sangat lelah dan menjengkelkan.

Kata Inside Out UL 200 review by twutomo.wordpress.com (4)

Review KATA InsideOut UL 200

Continue reading

Tutorial Membuat Foto Ultra Panorama di Photshop


Prague Panorama by tommywahyuutomo

Pernah melihat foto dengan cakupan ultra lebar seperti foto diatas? Yah mungkin foto panorma sekarang ini sudah menjadi fitur standar di smartphone masa kini. Namun fungsi panorama bawaan smartphone memang tidak melulu bagus. Presisi, distorsi (efek melengkung pada foto), perbedaan warna tiap frame & paralax menjadi masalah utama. Nah bagi teman-teman yang mengutamakan kesempurnaan gambar dan presisi, rasanya harus mengetahui tutorial ini dimana tiap foto yang kita ambil diolah oleh Photoshop untuk dijadikan dalam satu frame yang ultra lebar. Hal ini biasa disebut dengan photo stiching.  Continue reading

Pengalaman Jalan Kaki keliling Kota Paris

Setelah dua hari berada di kota Amsterdam, selanjutnya saya menuju Paris dengan kereta SKCF. Tiket yang saya gunakan sudah saya booking melalui Euro by Train cabang Kemang, Jakarta.

Perjalanan dari Amsterdam menuju Paris kira-kira berlangsung selama 5 jam. Sesampainya di Paris yang harus kita amati baik-baik adalah rute trem bawah tanah ke daerah yang kita tuju, karena Paris sendiri memiliki rute trem yang luar biasa rumit dibanding kota-kota di Eropa lainnya. Saya menginap di Hotel di distrik Stanislas. Dan pada satu hari saya sengaja meluangkan waktu untuk stadtbummeln seharian dengan berjalan kaki. Stadtbummeln adalah istilah dalam bahasa jerman yang kurang lebih artinya berjalan kaki mengelilingi dan mengamati objek-objek yang ada di sebuah kota dengan berjalan kaki.

Setelah saya tracking melalui bantuan Google Maps, ternyata rute pulang-pergi hingga beberapa objek yang saya kunjungi sekitar 16.4Kilometer, itupun belum termasuk nyasar hehehehe Berikut ini adalah objek-objek wisata yang saya kunjungi dalam statdbummeln hari itu.

Kira-kira rute inilah yang saya

Kira-kira rute inilah yang saya jalani

Paris 1 (Paris Summer HDR) Euro Trip by @tw.utomo

Menara Eiffel kala senja (D7000+17-50mm)

 

Paris 4 (Eiffel from Above) Euro Trip by @tw.utomo

Eiffel dari bawah (D7000 & 10-20mm)

Continue reading

Saya Amsterdam & #RI70 (Bagian kedua)

Tulisan ini merupakan kelanjutan tulisan pertama saya dengan judul yang sama. Singkat cerita saya tidak mau momen-momen saya di Amsterdam hanya diisi penyesalan karena tidak bisa menghadiri upacara besar dirgahayu Republik Indonesia ke-70 di KBRI Den Haag. Saya pikir pasti ada momen lain yang mungkin jauh lebih baik yang saya tidak duga kedepannya. **Bagian pertama–> Saya, Amsterdam & #RI70 (bagian kedua)

Baxpax Hostel di kawasan Leidseplein (D7000-17-50mm)

Baxpax Hostel di kawasan Leidseplein (D7000-17-50mm)

Selepas dari Bandara Schippol saya lekas berangkat menuju hostel yang telah saya pesan dari Booking.com. Aplikasi Booking.com sendiri sangat berguna untuk mencari dan memesan hotel sesuai kriteria teman-teman dari jauh-jauh hari. Saya sangat menganjurkan aplikasi ini kepada teman-teman dibanding aplikasi sejenis. Hostel yang saya pesan yaitu Hostel Baxpax Amsterdam di jalan Kerkstraat kawasan Leidseplein. Biaya menginapnya EUR35/malam. Kamar dan kamar mandinya cukup bersih namun sangat kecil. Lokasinya memang strategis, beberapa blok dari Rijk Museum, namun jika menemukan hostel yang lebih baik, cobalah. Dari Schippol saya naik bis ke Leidseplein dengan tarif EUR5 & hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk tiba di Leidseplein, sebuah distrik yang memang banyak hotel dan hostel murah untuk wisatawan disana. Dalam perjalanan saya mengamati bagaimana warga Amsterdam berprilaku. Cukup ramah dan sangat membantu wisatawan karena sebagian besar warga Amsterdam juga fasih berbahasa Inggris.

This slideshow requires JavaScript.

Setibanya di Halte Leidseplein saya berjalan kaki lagi sekitar dua kilometer menuju Hostel. Setibanya di hostel yang saya tuju saya menyerahkan print out booking.com, paspor & uang menginap tentunya. Kalau bisa paspor selalu standby dalam genggaman kita karena itu ibarat sebuah nyawa bagi backpacker, mungkin kalau bisa menempel dengan kulit akan saya tempelkan serekat-rekatnya hehehe. Jangan menaruh uang di satu tempat saja tapi letakan di beberapa tempat untuk menghindari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Misalnya saja saya menaruh 2 lembar uang di dompet, 2 lembar di buku yang tersimpan di daily backpack saya dan 1 lembar lagi diselipkan di pakaian saya di large backpack saya. Dan yang penting untuk teman-teman ingat jarang sekali ada yang mau menerima nominal diatas EUR100, sekali lagi, sangat jarang. Dan bodohnya nominal terkecil yang saya miliki ialah EUR100 & itupun hanya selembar. Huft! Saya harus menukarnya ke ukuran yang lebih kecil di money changer dengan biaya tambahan tentunya. Continue reading

Saya, Amsterdam & #RI70 (bagian pertama)

Untuk pertama kalinya di blog ini saya akan memulai tulisan pertama saya mengenai travelling (photography) pertama saya ke benua biru, Eropa. Ke depannya saya akan bekerja-sama dengan akun instagram @LekasPergi untuk menceritakan pengalaman ini di media-media lainnya. Ayo mulai! **Bagian kedua–> Saya, Amsterdam & #RI70 (bagian kedua)

Amsterdam 10 (Amsterdam Canal Panorama) Euro Trip by @tw.utomo

Panorama Canal Amsterdam Nord (D7000-17-50mm)

//embedr.flickr.com/assets/client-code.jsSenin, 17 Agustus 2015, pukul 05.00 waktu setempat, saya tiba di bandar udara Schippol, Amsterdam. Perjalanan selama lebih dari 12 jam cukup melelahkan namun untungnya maskapai KLM yang saya gunakan melayani dengan sangat baik. Saya tidak tahu bagaimana pelayanan sebuah maskapai dikatakan baik atau pun buruk. Karena jujur saja, ini pengalaman pertama saya naik pesawat terbang (hehehe). Setibanya disana saya masih harus menunggu lagi hingga pukul 08.00 untuk bertemu teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia cabang Amsterdam. Hari itu ada beberapa mahasiswa baru dari Indonesia yang akan berkuliah disana & akan dijemput teman-teman PPI Amsterdam. Saya ingin menanyakan mengenai sim card, lokasi hotel, transportasi dan banyak lagi karena saya tahu saya pasti akan keblinger ketika baru sampai.

Amsterdam 8 (Amsterdam Centraal Station) Euro Trip by @tw.utomo

Amsterdam Centraal Station, pusat moda transportasi terbesar (D7000-17-50mm)

Continue reading

Gojek VS Ojek Kuning UI dalam bingkai fotografi

Rabu, 30 Oktober 2015 tepatnya di ruang 9210 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, diadakan bedah foto Olimbud. Foto-foto yang dipresentasikan berasal dari lima belas jurusan yang mengikuti event Olimpiade Budaya, event tahunan dari BEM FIB UI. Tema dari kompetisi foto dalam Olimbud kali ini ialah “Keindahan dalam Keberagaman”, sebuah tema klasik yang menarik untuk dieksplor lebih dalam menurut saya.

Ojek UI vs Gojek by Tommy Wahyu Utomo (2)

 

Saya cenderung ke tipikal orang yang ingin menghasilkan suatu karya yang berkaitan dengan isu-isu sosial yang sedang berkembang, apalagi menyoal perbedaan tentu akan banyak sekali yang bisa dieksplor. Dari beberapa konsep yang saya siapkan saya memilih dua konsep yang menurut saya layak untuk diajukan di perlombaan Olimbud 2015, satu mengenai skandal politik yang terjadi dalam ranah kampus UI, kedua mengenai perselisihan yang sedang santer muncul di media mengenai perselisihan Gojek & Ojek Kuning UI.

Continue reading

Blog TommyVotograph pindah kesini

Pemberitahuan 🙂

Setelah hampir dua tahun vacum dari blog TommyVotograph ini dan beberapa blog saya lainnya, akhirnya saya memutuskan akan beralih ke blog baru ini:

TWUtomo.wordpress.com

Alsaan saya pindah ke blog baruini adalah agar semua tulisan saya mengenai humaniora, teknologi dan fotografi dapat diakses di satu portal. Selama ini saya memisahkan anatara ketiga kategori tersebut dalam beberapa blog, namun dengan kondisi saya yang sekarang rasanya sistem multi blog tersebut sudah sulit diterapkan lagi. Namun yang patut saya apresiasi dari teman-teman blog TommyVotograph ialah jumlah viewer hariannya masih diatas 600 per hari. Hebat! Sebuah teguran untuk saya agar tetap berbagi ilmu mengenai fotografi. Terimakasih teman-teman 🙂

Mulai hari ini saya akan kembali aktif menulis di blog baru saya ini baik itu mengenai humaniora ataupun fotografi. Beberapa tulisan favorit di blog TommvVotograph juga akan saya perbaharui di sini. Tenang saja, semua tulisan di blog tersebut tidak akan saya hapus 🙂

flickr twuask fm twu ig twuwp twu

Oh yah, jika teman-teman merasa tertarik dengan tulisan-tulisan saya teman-teman tetap dapat terhubung dengan saya melalui instagram, email atau bahkan bertanya menganai fotografi di ask.fm saya? Silahkan 🙂 Pintu itu akan selalu terbuka. Oh yah jangan lupa follow beberapa media sosial saya dibawah ini, mungkin suatu saat saya kurang responsif di blog ini, teman-teman bisa terhubung di media sosial saya yang lainnya. Sekedar info, saya kurang aktif di facebook & twitter, lebih sering menggunakan ask.fm, instagram & flickr. Salam.